Prodi KPI– Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Parepare menggelar Workshop Pengembangan Bahan Ajar di Gedung H 202 IAIN Parepare, Kamis (22/10/2026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 22–23 Oktober 2026, ini bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pengembangan bahan ajar yang sesuai dengan kompetensi keilmuan dan kebutuhan mahasiswa.
Workshop menghadirkan Mohammad Zamroni, dosen UIN Sunan Kalijaga sekaligus Ketua DPP ASKOPIS, sebagai narasumber yang mengikuti kegiatan secara daring. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Program Studi KPI dalam memperkuat kualitas akademik dan mendorong dosen menghasilkan bahan ajar yang terstruktur, relevan, serta mendukung pencapaian kompetensi lulusan.

Dalam sambutannya, perwakilan panitia, Ramli, menyampaikan bahwa workshop ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mengembangkan bahan ajar yang dapat dimanfaatkan dosen untuk menunjang proses pembelajaran.
“Harapan besar kita semua, kegiatan ini akan berjalan dengan sangat baik dan pada akhirnya nanti akan menghasilkan sebuah pengembangan bahan ajar,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada diskusi dan pemaparan materi, tetapi berlanjut pada penyusunan bahan ajar yang dapat digunakan secara nyata dalam proses perkuliahan.
Dekan FUAD IAIN Parepare, Muhiddin, dalam arahannya menegaskan pentingnya bahan ajar sebagai pedoman dosen dalam melaksanakan pembelajaran sekaligus sebagai sarana untuk membantu mahasiswa memahami materi perkuliahan secara lebih terarah.
“Jadi kegiatan kita ini tidak lain adalah sebagai panduan kita untuk mengajar secara efisien. Dan juga sekaligus membantu mahasiswa supaya terarah pembelajarannya,” jelasnya.
Menurutnya, pengembangan bahan ajar perlu memperhatikan karakteristik keilmuan masing-masing program studi. Bahan ajar tidak hanya berfungsi sebagai sumber referensi, tetapi juga harus mendukung ketercapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK).

Di Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, pengembangan bahan ajar menjadi penting untuk memastikan materi perkuliahan selaras dengan perkembangan ilmu komunikasi, penyiaran, jurnalistik, dakwah, serta transformasi media digital. Dengan demikian, pembelajaran diharapkan mampu mengintegrasikan landasan teoretis, nilai-nilai keislaman, dan keterampilan praktis yang dibutuhkan mahasiswa.
Dekan FUAD juga menekankan pentingnya menghasilkan luaran yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan akademik, baik berupa modul pembelajaran maupun buku ajar yang disusun secara sistematis dan sesuai dengan kebutuhan perkuliahan.
“Tentunya output yang kita inginkan adalah bagaimana nanti akhir tercipta bahan ajar seperti modul dan buku ajar. Itu tidak lain adalah tujuan kita bersama,” ungkapnya.
Melalui workshop ini, dosen Program Studi KPI diharapkan dapat memperkuat kemampuan dalam menyusun dan mengembangkan bahan ajar yang berkualitas, mulai dari penyesuaian materi dengan kurikulum hingga penyelarasan isi pembelajaran dengan kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Program Studi KPI FUAD IAIN Parepare dalam meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Bahan ajar yang relevan dan terarah diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif, meningkatkan pemahaman mahasiswa, serta memperkuat kesiapan lulusan menghadapi perkembangan dunia komunikasi dan penyiaran.
Dengan terselenggaranya workshop tersebut, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Parepare menargetkan pengembangan bahan ajar yang tidak hanya memenuhi kebutuhan perkuliahan, tetapi juga menjadi instrumen pendukung peningkatan kualitas akademik dan pencapaian profil lulusan.