Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header

//

Breaking News:

latest

Prodi KPI Kolaborasi Santri

  Prodi KPI Kolaborasi Santri IAIN Parepare —Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) ...

 Prodi KPI Kolaborasi Santri

Prodi KPI Kolaborasi Santri

IAIN Parepare—Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Parepare kembali mengadakan program kolaborasi pengabdian masyarakat.

Kali ini kolaborasi diselenggarakan bersama Pondok Pesantren Al-Wahid Pape Sidrap. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari mulai pada tanggal 10 sampai 11 Februari 2021 yang bertempat di Pesantren Al –Wahid.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidenreng Rappang Muhammad Idris pada hari Rabu (10/2/2021).

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes), Ali Rahim yang telah menyelesaikan Pendidikan doktor pada UIN Makasssar menyambut kolaborasi ini sekaligus memberikan sambutan pada pembukaan dengan mengajak para tenaga pengajar lingkup ponpes Al Wahid untuk terus belajar menguasai membuat konten pembelajaran berbasis IT.

Materinya antara lain elaborasi desain model pembelajaran pesantren berbasis literasi digital, konten kreator visual dan audio visual, teknik shoot dan editing konten pembelajaran serta teknik publikasi konten pembelajaran.

Adapun pemateri merupakan dosen dan mahasiswa KPI di antaranya Nurhakki, Sulvinajayanti, Muh. Taufik Syam, Afidatul Asmar, Muhammad Asdar, Nur Annisa, Anugrah Nur Fitrah Imran dan Jusmiati.

Kolaborasi ini tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh Direktur Ponpes Al Wahid dan Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, IAIN Parepare.

Menurut Nurhakki, pesantren itu zona pendidikan yang paripurna. “Harapannya bahwa kultur pesantren atau ilmu-ilmu pesantren itu tersebar secara meluas. Di pesantren ustadz dan ustadzahnya kaya ilmu, perilakunya beradab, ayat-ayat dilantunkan dengan baik, tutur kata santri sangat beradab. Kultur tersebut menjadi agenda media minimal media sosial sehingga dapat tersebar melalui media digital,” jelasnya.

Nurhakki juga mengaku pelatihan yang diberikan berfokus pada pembuatan konten pembelajaran yang menarik dan bisa disaksikan oleh khalayak umum.

“Bagaimana pesantren bisa memiliki akun youtube yang aktif melakukan share ilmu agama setiap saat agar penyebaran ilmunya tidak terbatas pada lingkungan pesantren saja,” terangnya melalui via whatsApp.

Selain itu, kegiatan ini juga diikuti peserta dari luar pondok pesantren seperti MA Al Barakah Teteaji dan MA DDI Tallulimpoe. (hy/mif)

Tidak ada komentar